Senin, 27 Desember 2010

The Tale of Fairytale (Part II)

Chapter 02: Hang Out or Date?, Different Masks
Keesokan harinya setelah Toki kembali dari hairdresser ia mampir ke rumah kediaman keluarga Song hanya untuk mendapati dirinya tiba-tiba diterjang oleh Yongso yang sedang dalam mood bahagianya. Toki menghela nafas, tahu kalau seperti ini akan terjadi cepat atau lambat.
Ittai, aku diseruduk oleh seekor pig…” erang Toki kesakitan. Tapi dia tidak terlalu merasakan sakit, tidak tahu kenapa.
“Toki-ah, dengar!” kata Yongso yang duduk di atas perut Toki.
“Eunhyukkie meneleponmu ‘kan?” tebak Toki dengan nada bicaranya yang selalu terdengar bosan.
“Eh? Bagaimana kau tahu?” tanya Yongso terkejut.
“Tentu saja aku tahu, nomormu itukan aku yang memberitahu,” jawab Toki. “Aduh, berat, pig! Kau ‘kan lebih berat dariku!” erangnya.
Oops, sorry…” kata Yongso sambil bangkit dari posisinya. Click! “T, tunggu dulu, apa maksudnya dengan kau yang memberitahunya!?”
Isn’t it obvious?” tanya Toki mendesah, “kemarin malam bocah itu mengirim SMS kepadaku, menanyakan nomormu jadi tentu saja aku orang yang memberitahunya.”
“Memangnya kau ini nona perjodohan apa?” gumam Yongso sweatdropped.
“Lalu apa yang dikatakan oleh bocah itu?” tanya Toki mengangkat sebelah alisnya.
“Um, itu…” ucap Yongso gugup dan pipinya merona merah.
Hm, apakah bocah itu mengajaknya pergi kencan?’ batin Toki. “Ayolah, Yongso-ah, aku tidak punya waktu seharian atau aku akan dibunuh oleh manajer kalau sampai telat ke bandara,” ujar Toki terdengar sedikit merengek?
“D, dia mengajakku pergi… jalan… berdua…” jawab Yongso gagap. Hehehe…
“Wow, ternyata bocah innocent itu gerak cepat juga ya,” kata Toki tersenyum nyengir.
“I, itu bukan kencan, Toki-ah!” bantah Yongso. Semakin malu saja dia…
Whatever…” kata Toki sambil memutar bola matanya, “aku harus pergi sekarang. Jadwalku kali ini disamakan dengan Super Junior-M sih jadinya aku tidak bisa mengulur-ulur waktu. Hubungi aku bila bocah itu berbuat macam-macam kepadamu, mengerti?” Wajahnya terlihat serius tapi di matanya tersimpan sebuah kesenangan.
“Aku tahu. Kau lupa kalau aku ini sabuk hitam? Kau sendiri jaga dirimu, jangan sampai kecantol, makan yang benar, dan jangan lupa untuk memberitahu kakekmu begitu sampai di sana, Toki,” sahut Yongso mengingatkan sepupunya itu yang kadang-kadang tidak bisa dibedakan dengan anak kecil.
Setelah keduanya berpelukan, Toki pergi dengan kawalan MIB yang kembali muncul untuk mengantarkan gadis itu. Yongso heran bagaimana Toki bisa tahan dan betah dengan kawalan ketat yang bahkan seekor lebah pun tidak bisa menerobos masuk.
“Yongso eonni, ponselmu terus-terusan berbunyi tuh!” seru Hyesun dari ruang tengah.
Cepat-cepat Yongso mengangkat telepon yang masuk, “Yeobseyo?”
Yeobseyo? Yongso-ssi?” kata orang di seberang.
“Ah, Eunhyuk-ssi, ada apa?” tanya Yongso. Wajahnya langsung cerah begitu mendengar suara Eunhyuk. Ia berpindah dari ruang tengah ke kamar tidurnya agar Hyesun tidak menguping. Bisa bahaya kalau Hyesun tahu!
Soal rencana kita… bagaimana kalau hari Minggu jam 10?” tanya Eunhyuk, suaranya terdengar tidak yakin. Ia takut kalau Yongso tidak bisa datang.
Ya, aku bisa. Aku tunggu di halte bus ya?” jawab Yongso dengan senyum tertempel di wajah manisnya yang pastinya akan membuat Toki bahkan hingga Eunhyuk gemas melihatnya.
Oke, hari Minggu jam 10 di halte bus. Um, mungkin aku akan sedikit terlambat, tapi maukah kau menungguku?” kata Eunhyuk berubah ceria terdengar dari nada suaranya yang mulai high pitch.
“Tentu saja aku akan menunggumu,” kata Yongso, sampai kapanpun.
Terima kasih, Yongso-ah!” seru Eunhyuk benar-benar senang. Yongso bisa membayangkan Eunhyuk yang tersenyum lebar. (Yang sampai menampilkan gusinya itu lho~!)
Yongso agak sedikit terkejut karena Eunhyuk tiba-tiba memanggilnya tanpa formalitas. “B, barusan kau memanggilku apa?” tanya Yongso untuk memastikan telinganya kembali.
Yongso-ah? Ng, apakah kau tidak menyukainya? Bukankah Toki-ssi sering memanggilmu begitu? Ah, kau bisa memanggilku Eunhyuk oppa kok!
“Bukan begitu, aku sih senang saja. Tapi sebutan ‘oppa’ itu agak…”
Tapi aku lebih tua darimu~,” rengek Eunhyuk. (Wekz!? o_O)
“Hhh, baiklah… Eunhyuk oppa,” begitu Yongso mengucapkannya terdengar suara pekikan bahagianya Eunhyuk. “Tapi Toki tidak pernah memanggilmu dengan sebutan ‘oppa’ begitu juga kepada member Super Junior yang lain. Dia memanggilmu dengan sebutan Eunhyukki tadi… Kenapa begitu?” desah Yongso bingung tapi tetap senang. :D
Oh, itu karena Toki-ssi adalah sunbae kami. Kami juga fans-nya Toki-ssi sih,” jawab Eunhyuk, “lagipula Toki-ssi terlihat menakutkan walaupun member yang lain menyangkalnya.
“Itu karena aktingnya, Eunhyuk oppa. Omong-omong aku jadi teringat sesuatu tentang Toki… Tapi sebelumnya aku ingin bertanya dahulu…” cekikik Yongso tapi terakhir ia berubah menajadi serius.
Tanya apa?
“Rekan kalian yang orang Cina itu, Hankyung-ssi… Apakah dia lulusan Central University for Nationalities atau nama lainnya Minzu University of China? Majoring dance?” tanya Yongso sambil mengambil sebuah album dan membukanya.
Tunggu sebentar, akan kutanyakan kepada Heechul hyung…” kata Eunhyuk. Yongso bisa mendengar suara Heechul dari kejauhan. Lalu Eunhyuk kembali ke dalam pembicaraan, “Kata Heechul hyung sih iya…
“Sudah kuduga kalau orang yang mirip itu adalah Hankyung-ssi!” seru Yongso sambil melihat foto kelulusan Toki saat kuliah di Beijing, Cina.
Hankyung hyung? Kenapa dengan Hankyung hyung?” tanya Eunhyuk heran nian.
“Aku rasa dia mirip dengan salah satu teman kuliahnya Toki, tapi aku tidak yakin dengan benar atau tidaknya. Aku ingin kau memastikan apakah cowok yang ada di foto kelulusan Toki adalah benar-benar Hankyung-ssi atau bukan,” ujar Yongso sambil mengeluarkan selembar foto tersebut dari tempat penyimpanannya.
Kalau memang ada yang bisa kubantu, aku pasti akan membantumu, Yongso-ah,” kata Eunhyuk.
“Terima kasih, Eunhyuk oppa,” ucap Yongso tersenyum lega.
Bawalah foto yang kau maksud itu nanti saat kita bertemu. Oh, aku sudah harus kembali. Sampai nanti, Yongso-ah!
“Sampai nanti, Eunhyuk oppa.”
Begitu telepon tersebut terputus, Yongso menghela nafas lalu memandangi foto yang sedang ia pegang. Ekspresi wajahnya terlihat sedih. “Kuharap kali ini kau bisa kembali, Toki,” bisiknya sambil memeluk foto tersebut.

+             +             +

Dua hari kemudian di Cina, Super Junior-M dan Toki sedang melakukan pemotretan outdoor. Para member SJ-M ini mendapat tontonan menarik, yaitu Toki dan manajernya yang melakukan kontes saling melotot. Penyebabnya hanya satu, manajer Ilsan mengambil snack kesukaan Toki, yaitu cokelat. Bukan hal aneh lagi bagi para fans-nya Kyra Lv Toki kalau gadis itu ternyata sangat menyukai cokelat. Tapi mereka bertujuh hanya tidak menyangka saja kalau ternyata Toki tidak hanya sebatas menyukai cokelat saja, tapi dia sudah benar-benar tergila-gila dengan cokelat, dia adalah maniak cokelat!!
Akhirnya kedua peserta kontes melotot tersebut seperti sedang melakukan sebuah permainan. Dan tidak lama kemudian Toki berteriak kegirangan dan manajer Ilsan menunduk lesu. Toki langsung merebut kembali snack miliknya dengan senang hati. Sepertinya manajer Ilsan kalah dalam permainan tersebut dan kalah taruhan pula dengan Toki yang saat ini sedang bahagianya melanjutkan snack time.
Dengan cerianya Toki menghampiri para pemuda yang dari tadi hanya menonton saja. Dan dengan santainya ia merangkul Ryeowook bagaikan sahabat. Oh, keduanya memang berteman, Toki berteman baik dengan seluruh member Super Junior, termasuk kedua member sub-groupnya, Zhou Mi dan Henry. Dia memang mudah mengakrabkan diri dan membuat lawannya akrab dengannya.
Walaupun begitu, entah kenapa Toki masih menjaga jarak dengan Hankyung seorang. Padahal hubungannya dengan Donghae dan Kyuhyun yang tadinya seperti bullier and victims sekarang sudah lebih baik. Inilah yang membuat para member SJ-M heran. Padahal Toki dan Hankyung nantinya akan ada sesi pemotretan berdua saja. Bagaimana nanti mereka akan melakukannya? Manajer Ilsan yang juga menyadarinya hanya bisa berdoa, semoga Toki tidak langsung main tampar seperti yang dilakukan oleh Yongso. Karena sifat keduanya hampir sama kalau sudah emosian. (-_-“)

+             +             +

Pada hari Minggu jam 10 pagi di halte bus Yongso menunggu kedatangan Eunhyuk yang katanya memang akan sedikit telat. Sambil menunggu kedatangan Eunhyuk, Yongso mengirimkan SMS untuk Toki, memberitahunya tentang rencana hari ini. Tapi ia langsung menyesalinya karena Toki langsung menyindirnya pada balasan SMS darinya.

Selamat menikmati ‘date’ dengan Eunhyukkie~ Nanti jangan lupa ceritakan hasilnya ya~ Love u, cousin ^,^~ —Toki

“Benar-benar deh, sepertinya aku salah malah memberitahunya,” gumam Yongso, “kuharap dia cepat datang…”
Seakan menjawab harapan Yongso, Eunhyuk datang dengan berlari ke arahnya. Penampilan Eunhyuk yang kasual dan santai saja sudah hampir membuat Yongso mengiler!
Tidak, kuatkan dirimu Song Yongso! Anggap saja dia Jaejoong(yang patut dipertanyakan gay atau bukan dan juga terlalu cantik untuk menjadi seorang pria…) sunbae! Benar, anggap saja dia seperti Jaejoong sunbae!’ batin Yongso berusaha menguatkan dirinya. Tapi ketika ia kembali melirik ke arah Eunhyuk lagi, jantungnya hampir berhenti berdetak. ‘Tidaaaak!! Dia berbeda sekali~!’ jeritnya dalam hati.
“Maaf, sudah membuatmu lama menunggu ya?” tanya Eunhyuk.
Dengan wajah merona merah Yongso menjawab, “T, tidak juga… Aku juga baru saja datang…”
Mendengar jawaban gadis di hadapannya Eunhyuk bernafas lega. Tidak baik membuat seorang wanita menunggu saat janjian ‘kencan’(?), eh koreksi, maksudnya hang out bareng. Eunhyuk hanya bisa terpana ketika melihat penampilan Yongso. Ia sudah biasa melihat Yongso berpakaian kasual setiap gadis itu sedang menemani idolanya (wkwkwk, Hyukkie masih belum tahu kalo Yongso sama Toki itu sepupuan xD), tapi kali ini ia merasa Yongso lebih berbeda, dia terlihat lebih cantik.
Uwaah, yeppeo~!’ jerit Eunhyuk dalam hatinya. (Ini gak cewek, gak cowok pada sama-sama punya inner ya… -_-)
“Eunhyuk oppa, hari ini kita mau kemana?” tanya Yongso membubarkan pikiran fantasi Eunhyuk yang sudah hampir ke atas langit ketujuh.
“Ah, apakah kau suka bermain game?” balas tanya Eunhyuk sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan berjinjit-jinjit karena gugup.
“Maksudmu video game? Hm, lumayan, dulu aku suka memainkannya,” jawab Yongso tersenyum kecil ketika mengingat masa stresnya saat kuliah.
“Kalau begitu bagaimana kalau kita ke Cyber Café? Kita main game yang ada di sana,” ajak Eunhyuk.
Sambil mengangkat alisnya Yongso berkata, “Hoo~ kau menantangku? Boleh, aku terima tantanganmu.”
“Oke, kalau begitu ayo kita pergi!” kata Eunhyuk tersenyum lebar membuat Yongso juga ikut tersenyum. Sepertinya senyumnya Eunhyuk itu berefek sekali terhadap Yongso.
Lalu keduanya pergi ke sebuah Cyber Café dan di sana mereka memainkan berbagai macam game komputer di sana. Keduanya saling bertanding dengan serunya. Dan yang paling sengit adalah ketika mereka bermain racing game. Tidak kurang gelak tawa dan senyum mengisi kepuasan hati mereka. Berkali-kali Yongso sering kalah dari Eunhyuk. Akan tetapi kekalahan itu kemudian dibalas dua kali saat bermain fighting dan puzzle game. Tapi tetap saja Yongso yang kalah dengan skor 2-6 untuk Eunhyuk.
Setelah bosan mereka beristirahat dahulu. Eunhyuk pergi membelikan minuman sementara saat itu Yongso sedang ke Internet corner membuka sebuah website. Ia tidak bisa membuka website ini di rumah karena Hyesun pasti akan mengganggunya. Dan lagi biasanya Yongso akan membuka website ini di laptopnya, tapi sayang laptopnya saat ini sedang rusak.
Keyword… Was granme ra fwal yor tes kvyire(Wishing(very much) to protect you, I’ll carry you through the end),” gumam Yongso sambil mengetik pada keyboard komputer, “ID and Password… The Money Counting… 150189…
Lalu dari layar komputer Yongso melihat website baru muncul dengan nama ‘Lost Children’. Yongso membuka website rahasia tempat berkumpul para netter dan hacker yang jago, yang baru bisa masuk bila memiliki kemampuan. Yongso mengenal baik para pembuat website ini. Salah satunya adalah sepupunya sendiri, Toki.
Sebenarnya begitu-begitu Yongso lumayan jago hacking karena ketularan sepupunya itu. Makanya dia bisa masuk ke website tersebut. Tapi Yongso hanya menggunakan kemampuannya itu untuk mengumpulkan informasi-informasi dari website rahasia seperti ini.
Lalu Yongso mengetik di kolom ‘search’ sambil menggumamkan apa yang dicari olehnya, “The Fact About Accident April 19th 2007…” Ketika hal yang dicarinya ada namun ia tidak dapat membuka link tersebut tanpa sebuah password. Ia pun menggeram kesal karena ia tidak bisa melakukan hacking di Cyber Café dan lagi Yongso tidak membawa Boot USB miliknya.
“Apa yang sedang kau lakukan, Yongso-ah?” tanya Eunhyuk yang sudah kembali membawakan minuman. Ia sempat membaca hasil ‘search’ tersebut, “April 19th 2007?” sebelum ia bisa membaca lanjutannya Yongso buru-buru menutup website tersebut. “Apakah ada sesuatu yang salah?”
“Eh? T, tidak… aku hanya penasaran dengan hal yang dikatakan oleh manajer Ilsan beberapa hari yang lalu,” jawab Yongso berbohong.
“Benarkah?” tanya Eunhyuk tidak langsung percaya begitu saja.
“Oh ya, Eunhyuk oppa, bagaimana kalau kita ke game centre saja?” ajak Yongso yang pada akhirnya mengalihkan perhatian Eunhyuk. “Aku masih belum puas sampai aku bisa mengalahkanmu!” tambahnya.
“Ternyata kau ini orangnya tidak mau kalah ya,” kata Eunyuk sweatdropped. “Baiklah, kita pergi ke sana.”
Pergilah mereka ke Game Centre. Tapi pertandingan tersebut terlupakan setelah terlalu asyik bermain. Mulai dari shooting game hingga racing game mereka coba semua. Tapi entah kenapa Yongso selalu menang balapan melawan Eunhyuk. Apakah Eunhyuk sengaja mengalah? (Ciee, so sweet~! Prikitiw!)
Tapi yang paling seru adalah saat keduanya bernarsis ria di Photobooth. Karena Photobooth tersebut sempit jadi mereka berdua saling berdempet-dempetan. Dan tanpa disadari tangan Eunhyuk telah merangkul pundaknya Yongso. Ketika menyadari hal itu wajah Yongso langsung bersemu merah hingga ke kuping-kupingnya. Dan pada saat Yongso menoleh ke arah Eunhyuk…(haha, tebak dia ngapain coba? –drums roll-)… bibirnya bersentuhan dengan pipi Eunhyuk dan pada saat itu juga kamera memotret moment yang tidak disangka-sangka tersebut. (Kyaaaaaa~!) Seakan-akan ketularan, wajah Eunhyuk juga ikut memerah seperti kepiting rebus (vice versa).
Dan saat foto yang berikutnya kali ini dengan sengaja Eunhyuk yang giliran mencium pipi Yongso, yup, dan terpotret pula. Yongso sungguh terkejut dengan sikap Eunhyuk. Keduanya saling terdiam sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke restoran terdekat.

+             +             +

Sementara itu di Cina, Toki terus memandangi layar laptopnya yang turut ia bawa bersamanya ke lokasi pemotretan. Laptopnya telah terpasang dengan flash drive Boot USB Version dari OS Linux. Laptopnya memang terpasang dengan dual boot user untuk Windows dan Linux. Ditambah sebuah modem USB, semua orang akan mengira kalau Toki sedang internetan di laptopnya yang sebenarnya bukan. Padahal sebenarnya ia sedang membuka website rahasia yang juga dibuka oleh Yongso. Bedanya Toki login sebagai webmaster.
ID and Password… The Time… 2470249…’ Toki mengingat-ingat ID dan Password miliknya. Ketika ia berhasil masuk. ‘Tiga orang user member baru… Eh? Yongso baru saja login? Bukankah dia sedang kencan dengan Eunhyuk?’ katanya dalam hati.
Manajer Ilsan yang membawakan suplai cokelat untuk Toki kembali dibuat heran dengan ekspresi artisnya yang satu ini. Akhirnya ia angkat bicara, “Toki, tidak bisakah kau tidak terus-terusan berakting seperti ini? Aku sampai lelah melihatnya…”
“Senpai bicara apa sih? Aku tetap menjadi diriku sendiri kok,” sahut Toki tidak menoleh sedikitpun.
“Yaa! Aku sudah lama mengenalmu sejak kau memulai karirmu di dunia entertainment. Dulu kau tidak seperti ini,” kata manajer Ilsan dengan bahasa Korea tapi dibalas oleh Toki dengan bahasa Jepang yang tentu saja dimengerti olehnya.
“Lalu aku yang dulu seperti apa?” tanya Toki tetap sibuk dengan laptopnya.
Ilsan terdiam. Ia tahu penyebabnya tapi terlalu takut untuk mengatakannya. Malah ia mengatakan sejak kapan tepatnya Toki (yang menurutnya) berubah, “ Kau seperti ini sejak kau kehilangan sebagian ingatanmu, atau mungkin lebih tepatnya emosimu yang sebenarnya.”
Kali ini giliran Toki yang terdiam. Gadis itu berhenti mengetik pada laptopnya. Lalu manajer Ilsan melanjutkan kata-katanya, “Ini sudah sembilan bulan sejak kau siuman dari tidur panjangmu. Dan sudah setahun lebih sejak penyebab hilang ingatanmu itu. Kau memang melupakan kenyataan, tapi kau terus bermimpi buruk tentang kenyataan tersebut. Aku, Yongso-ssi, dan Presdir Lorry mengkhawatirkanmu.”
“Tapi ‘mereka’ tidak mengkhawatirkanku,” bisik Toki pelan tapi Ilsan mendengarnya dan mengerti maksudnya. Dengan wajah sedih Toki menatap Ilsan dan bertanya, “Apakah aku salah untuk berada di dunia ini?”
Ilsan hanya bisa mendesah kalau gadis itu sudah menanyakan hal seperti itu. Di balik sifatnya Toki yang tenang, cuek, dan terkadang happy-go itu Ilsan tahu kalau gadis itu menyimpan masa lalu dan masalah yang orang-orang yang mendengarnya pun tidak akan bisa menyangka.
“Ada yang mengganggu pikiranku sejak tadi,” kata Ilsan tiba-tiba.
“Apa?” tanya Toki.
“Di antara seluruh member Super Junior, kenapa hanya terhadap Hankyung sikapmu berbeda, Toki? Kau seperti sedang menjaga jarak dengannya seakan-akan dia itu api yang bisa membakarmu hidup-hidup,” jawab Ilsan matter-of-fact.
“…hatiku tidak bisa kukontrol bila berdekatan dengannya. Entah positif atau negatif, tapi aku takut emosiku tidak akan stabil bila berada di dekatnya,” jawab Toki terdengar seperti bisikan dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sedih dan kebingungan, “this feeling is so complicated and confusing… I don’t know what to do with him…
Let’s just pretend he’s like a close friend to you… Just like you with the DBSK and SS501 members which are your almost crazy intimate friends. But don’t do anything that crazy to him, because he’s a gentle one, okay?” usul Ilsan mengkonseling artis yang menjadi tanggung jawabnya. Toki menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. “Good,” kata Ilsan sambil menepuk-nepuk kepala Toki brotherly.
“Han Geng, Toki! Berikutnya giliran kalian!” seru fotografer.
Now it’s your turn. Be a good girl and behave, then I’ll buy you your favorite dark chocolate,” kata manajer Ilsan.
Really!? Okay, I’ll do it with all I have~!” seru Toki kembali menjadi dirinya yang kekanakan tapi kali ini bukanlah sebuah akting.
Hari itu menjadi hari hyperactive-nya Toki. Ia bisa mengobrol dengan Hankyung seperti kepada teman dekatnya. Yup, membuat para member SJ-M kembali heran.

+             +             +

Kembali ke Korea Selatan~ dengan kencan, ahem, maksudnya jalan-jalannya Eunhyuk dan Yongso. Mereka sedang makan di sebuah restoran setempat, mengisi perut mereka yang hampir kosong setelah lelah bermain. Mereka berbincang-bincang membicarakan kehidupan masing-masing sebelum keduanya saling bertemu, bercerita tentang diri mereka masing-masing.
“Aku punya seorang adik perempuan, dia masih SMP dan…” ujar Yongso tidak melanjutkan kalimatnya.
“Dan…?” tanya Eunhyuk penasaran.
“… dia seorang maniak idola, terutama kalian, Super Junior,” lanjut Yongso seperti mendesah.
“Mwo? Aku tidak menyangkanya…” kata Eunhyuk walaupun terkejut tapi ia malah tersenyum, nyengir pula. “Lalu bagaimana dengan kau sendiri?” tanyanya lagi penasaran dengan segala hal tentang gadis yang saat ini berada di hadapannya.
“Aku berbeda dengannya… Aku tidak begitu suka dengan artis idola dan lagi dari dulu aku terlalu sibuk hingga tidak bisa memikirkan hal-hal seperti itu,” jawab Yongso.
“Aneh… kalau kau tidak begitu suka dengan artis idola, lalu kenapa kau bisa sampai sedekat itu dengan Toki-ssi yang juga merupakan seorang artis idola?”
Yongso memandang aneh ke arah Eunhyuk seakan pemuda tersebut telah tumbuh dua kepala. Tapi ia baru sadar kalau Eunhyuk maupun member Suju yang lain tidak mengetahui hubungan tali persaudaraannya dengan Toki. “A, aku belum bilang ya, kalau kami ini sepupu jauh?” tanyanya hanya untuk memastikan. Dilihat dari reaksi Eunhyuk sepertinya ia sudah pernah memberitahunya.
“Oh, kalian berdua adalah sepupu… Mworago!? Sepupu!?” Atau tidak…
“Eunhyuk oppa tidak pernah diberitahu oleh Toki?” tanya Yongso heran. Tumben, sepupunya tidak pernah memberitahu hubungan mereka berdua. Biasanya dia mulut ember kok.
Eunhyuk langsung merinding. “Dia terlalu menakutkan… lebih seram dari pada Kangin hyung…” jawabnya.

+             +             +

“Huaaatsyiiiii!!” Toki tiba-tiba bersin ketika sedang pemotretan berlangsung.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Hankyung khawatir.
“Aa, aku tidak apa-apa,” jawab Toki.
“Toki-ah terkena flu musim panas?” tanya Donghae yang melepas segala formalitas.
“Tidak, pasti ada yang sedang membicarakanku saat ini,” jawab Toki memiliki firasat yang tentu saja tepat. Karena saat ini di Seoul dua orang bernama Song Yongso dan Lee Hyukjae sedang membicarakan dirinya. “Aku yakin orang-orang ini pasti sedang menjelek-jelekan aku…”

+             +             +

Kembali ke Seoul… Setelah mendengar pernyataan Eunhyuk tentang Toki—Yongso langsung tertawa terbahak-bahak.
“Jangan tertawa..” kata Eunhyuk malu.
“Maaf, maaf… Jangan-jangan kau ini salah satu korban ‘Silent Killing’-nya Toki ya? Tenang saja, nanti juga oppa akan terbiasa, buktinya manajer Ilsan sudah mulai terbiasa,” kata Yongso di tengah gelak tawanya. “Hahaha… aku tidak bisa membayangkan ekspresi oppa ketika mendapatkan serangan ‘Silent Killing’…” tawanya.
“Tapi kau tidak terlihat seperti pembenci artis idola bagiku,” ujar Eunhyuk.
Pada saat itu juga pipi Yongso kembali menjadi semerah ceri, kepalanya menunduk , dan berbicara dengan gagapnya, “I, itu… Wa, walaupun k, kau a, artis idola, tapi a, aku t, tidak membencimu dan j, juga re, rekan-rekanmu…”
Eunhyuk lalu tersenyum kepada Yongso, senyum yang mampu menarik simpati semua orang bahkan membuat Yongso kembali merasa bersalah lagi. “Gomawo… Yongso-ah. Aku senang kau tidak membenciku…”
“… maaf, karena waktu itu aku telah menamparmu…” ucap Yongso merasa menyesal dan bersalah lagi.
“Bukankah kau sudah pernah meminta maaf akan hal itu? Lagi pula kalau kau tidak melakukan hal tersebut mungkin kita tidak akan berada di sini, bersenang-senang bersama. Aku senang bisa mengenalmu, Yongso-ah,” kata Eunhyuk tulus yang berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dalam hati ia menambahkan, ‘Dan mungkin tamparan itu yang membuatku sadar dan jatuh hati padamu…
“Aku juga senang bisa mengenalmu, Eunhyuk oppa,” sahut Yongso tersenyum manis membuat jantung Eunhyuk berdebar-debar. ‘Sesang-e… aku tidak percaya kalau aku telah jatuh cinta padanya!’ jerit batinnya.
“Kita harus sering-sering melakukan hal seperti ini. Mungkin lain kali beramai-ramai bersama dengan yang lainnya juga. Selama ini kami selalu sibuk dan tidak ada waktu untuk istirahat dan berlibur,” kata Eunhyuk terlihat senang dan puas walau sebenarnya ia merasa tidak ingin waktu terus berjalan dan terus tetap seperti ini.
“Gila, sadis…” gumam Yongso tanpa sadar mengatakannya dalam bahasa Indonesia.
“Donghae, Kangin hyung, Sungmin hyung, dan Hankyung hyung pernah sampai jatuh pingsan karena kelelahan. Kurasa kami butuh liburan,” lanjut Eunhyuk.
“Perusahaan kalian keras sekali…” kata Yongso bersimpati, “kupikir perusahaan kalian sama seperti LME, sepertinya aku salah. Kalau LME pasti akan memberikan liburan untuk para artisnya.”
“Bagaimana bisa? Perusahaan LME yang kutahu adalah perusahaan dalam bidang industri entertainment dan record label terbesar ‘kan?” tanya Eunhyuk tidak percaya, “pastinya peraturan mereka lebih ketat dari pada di SM…”
“Tidak juga, LME masih bekerja sama dengan Universal Music Group, Sony Music Entertainment, EMI, dan Warner Music Group. Kalau di Asia itu mungkin dengan Avex Trax dan perusahaan game, Gust Cooperation. Aku lumayan tahu karena aku pernah bekerja di LME sebagai salah satu stafnya.”
“Wow, kau pasti sangat hebat bisa sampai bekerja di sana! Dulu aku pernah berpikir untuk masuk LME, tapi mereka tidak pernah mengadakan audisi di Korea…” kata Eunhyuk merajuk, “pada akhirnya aku masuk SM Entertainment.”
“Audisi LME hanya dilakukan pada musim semi dan musim panas. Masa trainingnya minimal adalah satu setengah tahun bila orang itu tidak mempunyai pengalaman apapun dan bisa sampai tiga tahun lebih bila kau tidak ada kemajuan selama satu tahun pertama,” jelas Yongso, “LME itu kalau para artisnya berhasil menyelesaikan rekaman lagu atau album dan dua bulan promosi mereka akan mendapatkan jatah libur selama seminggu lebih. Apabila promosinya berlangsung hingga setengah tahun mereka akan mendapatkan libur selama dua minggu lebih tergantung pekerjaan apa saja yang berhasil dicapai. Kalau untuk para aktor dan model, biasanya tergantung dari kontrak perusahaan film atau produk. Intinya liburan mereka seperti anak sekolahan… Liburan itupun tergantung apakah artis tersebut mau menerimanya atau tidak.”
“Saat kuperiksa LME tidak pernah mendapat kerugian apapun dalam finansial maupun nama baiknya. Mereka menerapkan sistem yang disebut ‘Take and Give’, sistem yang mengutamakan keseimbangan fisik dan mental pekerjanya. Semakin sehat dan kuat mental orang tersebut maka semakin besar kualitasnya  dan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak,” lanjutnya.
“Sepertinya kau bangga pernah bekerja di sana, Yongso-ah,” kata Eunhyuk kagum.
“Tentu saja! Mereka menghargai hak asasi manusia… Tidak menganggap para staf dan artisnya sebagai ‘penggali emas’, tapi sebagai sebuah keluarga yang saling membantu dan menghargai satu sama lain. Presdir LME adalah orang yang kuhormati… walau beliau agak aneh…”
“A, agak aneh…?” tanya Eunhyuk bingung dan penasaran.
“Nanti aku akan mengenalkanmu dengan beliau dan kau pasti akan mengerti,” jawab Yongso sweatdropped.
“Tapi bukankah beliau orang penting yang sangat sibuk?”
“Itu hal mudah karena beliau adalah pamanku…” jawab Yongso lagi menghindari kontak mata. Ia lalu menghitung dalam hati. 1… 2… 3… Here we go~
“Mworago!?” seru Eunhyuk dengan ekspresi yang menurut Yongso sangatlah lucu.
“Oppa, reaksimu…” kata Yongso sweatdropped.
“Ahahahaha… maaf, aku hanya sedikit terkejut saja… Oh ya, bagaimana kalau hari libur berikutnya kita pergi ke Pulau Jeju bersama dengan yang lain?”
“Kalau Toki ikut, aku juga ikut. Karena sulit untuk pergi jauh bila ayah tidak mengizinkanku pergi. Ayahku orangnya overprotective sih…” desah Yongso mengingat appa-nya yang walaupun orang sibuk akan tetapi tetap menjadi seorang ayah yang perhatian terhadap keluarganya.
“Kalau begitu kau setuju?” tanya Eunhyuk.
“Deal,” jawab Yongso tersenyum nyengir.

Lalu begitu hari sudah mulai gelap keduanya memutuskan untuk pulang. Eunhyuk menggandengan tangan Yongso dan mengantarkannya pulang sampai ke rumahnya yang… WOW, besarnya~. Sebelum Eunhyuk sempat berbalik, Yongso mengecup pipi pemuda tersebut dan berlari masuk ke dalam rumahnya, ahem, mansion, meninggalkan Eunhyuk yang masih syok.
Tapi kemudian senyum lebar menghiasi wajah ‘ganteng’ pemuda tersebut yang sudah bersemu merah dan lalu ia berjalan pulang menuju apartemen asrama Super Junior dengan bahagianya. (Apakah dia sambil skipping a.k.a. melompat-lompat  dengan riangnya ya???)

Kamis, 16 Desember 2010

The Tale of Fairytale (Part I)

Chapter 01: The First Meet
Di kediaman keluarga Song, Toki datang berkunjung setelah Yongso memanggilnya untuk mampir. Untuk sementara Toki masih tinggal di hotel dan baru akan pindah ke apartemennya minggu depan. Dengan bosannya sambil melakukan pedicure pada kuku-kuku kakinya Toki mendengarkan cerita Yongso tentang kejadian tempo hari ketika gadis itu sedang dalam perjalanan pulang.
“Duh, kau ini mendengarkan tidak sih, Toki-ah!?” dumel Yongso begitu melihat tampang bosannya Toki.
“Aa, aku mendengarkan kok,” sahut Toki sambil memeriksa kuku-kukunya, “Jadi intinya kau meledak-ledak di depan, ah bukan, lebih tepatnya meledak-ledak kepada pemuda yang tak dikenal yang telah menabrakmu?”
“Ya, anak muda sekarang benar-benar deh!” gerutu Yongso.
“Memangnya kau sudah tua?” tanya Toki sweatdropped. “Palingan sebenarnya kau sedang bernostalgia lalu menabrak pemuda ini. Orang itu sudah meminta maaf hingga membantumu berdiri, tapi kau terlalu sibuk merutuki aku sebagai penyebab yang kau katakan kutukanku kepadamu. Karena pantatmu sakit lalu kau marah-marah kepada pemuda innocent ini dan meninggalkannya begitu saja,” terka Toki menceritakan ulang cerita Yongso dengan direka ulang menurut sifatnya Yongso yang Toki ketahui.
Yongso hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Toki. Dalam hati ia berkata, ‘Apa mungkin kejadian yang sebenarnya seperti itu ya?’
Setelah memandangi Yongso yang sedang berdebat dengan hatinya Toki mendesah pelan, “Sudah kuduga, kau ini benar-benar troublemaker, Yongso-ah.”
“Urgh, lupakan! Sekarang ceritakan tentang pekerjaanmu selama dua hari ini! Ini giliranmu!” seru Yongso mengganti topik pembicaraan atau lebih tepatnya menghindari sindiran dari Toki yang ia yakin pasti akan keluar tidak lama lagi.
“Giliranku? Sejak kapan?” tanya Toki pura-pura bodoh. Tapi pelototan Yongso membuat Toki mendesah kalah, “Tidak ada yang spesial. Minggu depan aku ada kerjaan di M-net Summer di Main Stage dengan grup K-Pop boysband…”
“Hee? Siapa yang beruntung bisa sepanggung denganmu, Toki-ah?” tanya Yongso mulai tertarik dan tersenyum nyengir dari kuping ke kuping.
“Memang grup boysband dari Korea yang kau tahu siapa saja?” balas tanya Toki.
Sambil bertopang dagu dengan gaya berpikirnya Yongso menjawab, “Hm, entahlah. Dari kecil aku hanya tahu H.O.T. lalu Dong Bang Shin Ki dan Big Bang yang pernah bekerja sama denganmu. Oh, dan juga dengan SS501 yang anggotanya lucu-lucu itu. Kalau grup aku hanya tahu mereka saja…”
“Humm~ kali ini juniornya H.O.T. dan Tohoshinki, mereka dari perusahaan yang sama,” kata Toki sambil menyenandungkan lagunya yang menjadi lagu game yang sering ia kerjakan saat berada di Jepang.
“Siapa? Beritahu aku, Toki-ah~!” rengek Yongso sambil mengguncang-guncang badan Toki.
“Aku tidak tahu tentang mereka tapi kata manajer nama grupnya adalah ‘Super Junior’. Kau tahu tentang mereka?” tanya Toki merasa pusing dengan guncangan terhadap kepalanya yang merupakan ‘sesuatu’.
“Uh, tidak… tapi sepertinya adikku mengetahuinya… karena kemarin kudengar dia akan ke acara M-net Summer ini untuk melihat grup bernama Super Junior saat dia sedang teleponan dengan temannya,” jawab Yongso. “Tapi benar-benar deh… Super Junior? Kalau begitu kau adalah Super Senior!!!” guraunya tertawa sendiri dengan lelucon garingnya.
Toki memandangi Yongso dengan mata azurenya itu membuat Yongso membeku di tempat. Ia tahu kalau kedua mata azure Toki mampu menghipnotis siapa saja yang menatapnya bila Toki memang mau. Yongso pernah beberapa kali melakukan kontak mata dengan Toki yang sedang tidak dalam ‘penjagaan’ batin untuk menahan kekuatan hipnotis matanya dan dirinya tidak bisa bergerak sampai pada akhirnya Toki melepaskan kontak mata tersebut. Tapi para penggemar Toki adalah murni penggemar tanpa trik apapun dan untuk menahan kekuatan hipnotisnya itu biasanya Toki memakai sunglasses yang menutupi hampir setengah wajahnya saat sedang on stage.
“Kau harus datang Yongso-ah, temani aku karena di sana tidak ada satupun yang kukenal…” ujar Toki dengan wajah serius yang jarang-jarang ia berwajah serius.
“Uh, okay. Lagipula aku masih mempunyai hutang padamu,” sahut Yongso pasrah saja karena ia tahu tidak ada gunanya menolak Toki yang sedang serius karena pada akhirnya kau akan dipaksa olehnya.
Tiba-tiba pintu kamar Yongso terbuka menampilkan adik Yongso yang berdiri di pintu. Cewek paling nyebelin buat Toki, Song Hyesun. Dengan gelagatnya yang bak seorang putri raja menyibak rambut panjangnya ke belakang hasil dari treatment ke salon tiap minggu. Maklum kedua bersaudari ini putri pengusaha, tapi Yongso lebih sederhana dari pada adiknya.
“Oh, ternyata ada Siyong eonni, kukira siapa,” kata Hyesun diselingi cekikikan seperti fansgirl pada umumnya. Ia selalu memanggil Toki dengan nama Koreanya.
Setelah memutar bola matanya Toki barulah menyapanya dengan senyum artis sejuta dollar, “Hello Hyesun, nice to see you too…” yang bersinar menyilaukan bukan karena gigi putihnya karena saat itu Toki sedang mingkem!!!
“Ya!! Tidak bisakah kau mengetuk pintu sebelum mendobrak masuk!?” bentak Yongso kesal.
“Yongso eonni, tadi kudengar kau mau datang ke acara M-net Summer?” tanya Hyesun.
Dengan ketus Yongso menjawab, “Ya, lalu kenapa?”
“Tidakah eonni tahu kalau salah satu grup K-Pop yang paling terkenal di Korea tinggal di sekitar sini!? Kadang-kadang aku bisa berpapasan dengan mereka saat akan berangkat ke sekolah~,” jelas Hyesun dengan mata berbinar yang Yongso hampir saja muntah karenanya dan bisa mengotori baju Toki yang saat itu sedang duduk di sebelahnya.
“Ugh, terserah kau, Hyesun-ah… Aku tidak tertarik dengan idola…” desah Yongso merasa lelah dengan tingkah laku adiknya yang maniak idola.
“Eh? Kalau begitu kau membenciku?” tanya Toki tiba-tiba dengan mata bernanar.
Sambil menampar keningnya Yongso berdumel, “Duh! Aku lupa kalau kau juga merupakan artis idola, Toki-ah. Baiklah, terkecuali kau aku tidak suka dengan artis idola yang lain.”
“Hey, itu berarti kau juga membenci rekan-rekanku yang sesama artis LME,” sela Toki cemberut.
Yongso semakin merasa bersalah apalagi setelah diserang dengan puppy eyes-nya Toki. “Baik, baiklah… kecuali kau dan seluruh artis LME aku tidak suka dengan artis idola yang lain,” desahnya.
Sambil tersenyum penuh kemenangan Toki memeluk Yongso. “Yeah! Yongso is my number two fans~!” serunya sudah berubah ceria lagi. Dasar, ternyata dia hanya berakting saja…
“Kalian berdua benar-benar aneh,” komentar Hyesun masih berdiri di pintu.
“Oh, kau masih ada di sini? Cepatlah pergi dan kerjakan tugas sekolahmu,” kata Yongso sambil mengusir Hyesun dengan gerakan tangannya yang ‘hush-hush’.
“Pantas saja Yongso eonni tidak punya pacar, pacarannya saja sama Siyong eonni melulu sih,” celoteh Hyesun.
“Bocah ini… Yaa!!!” gertak Yongso sementara Hyesun sudah melarikan diri dari terkaman kakaknya.
Sambil tertawa Toki berkata, “Hahaha… Sudah pengangguran, menjomblo pula.”
“Inikan gara-gara kamu juga… Kau sendiri juga tidak punya pacar,” balas Yongso tidak mau kalah.
“Kalau aku punya pacar artinya skandal dong?” sahut Toki yang sudah kembali menjadi dirinya yang selalu cuek dan tenang. Ia bertingkah seperti tadi hanya untuk mengusir Hyesun saja. “Kan tidak lucu kalau aku dikejar-kejar oleh paparazzi hingga ke toilet-toilet segala,” celetuknya.
“Hoho~ tidak bisa melupakan cinta pertamakah?” goda Yongso sambil menaik-turunkan alisnya yang sempurna.
“Mungkin aku lebih takut dicintai dari pada mencintai,” respon gadis azure itu sambil tersenyum sedih.

+             +             +

Minggu depannya Yongso benar-benar datang ke acara M-net Summer. Toki hanya tersenyum puas karena ada yang menemaninya untuk menghabiskan waktu saat menunggu gilirannya. Yongso sudah merasakan firasat buruk begitu menginjakkan kaki ke ruang gantinya Toki. Ia diantarkan oleh manajernya Toki yang sudah tahu kebiasaan artisnya yang suka memanggil sepupunya untuk menemaninya menghabiskan waktu.
“Toki, aku akan pergi menelepon di luar. Kau tunggulah produser di sini, oke?” perintah manajernya Toki yang ternyata masih lumayan muda.
“Yessire~,” sahut Toki sambil meminum susu segar dan memakan chocopie yang dibawakan oleh Yongso.
“Yongso-ssi, tolong awasi dia ya,” pinta manajer sambil menunjuk ke arah Toki.
“Serahkan saja kepadaku, Ilsan-ssi,” sahut Yongso tersenyum cerah melupakan firasat buruknya.
Kemudian manajer Ilsan pergi meninggalkan kedua gadis yang langsung melakukan girl’s talks begitu tidak ada cowok di ruangan. Tapi tidak lama kemudian ada yang mengetuk pintu. Toki beranjak berdiri untuk membukakan pintu setelah merelakan diri untuk lepas dari snack yang sedang dimakannya.  Ketika pintu terbuka produser bersama dengan gerombolan cowok di belakangnya sedang berdiri di depan pintu.
“Yes?” sapa Toki sudah auto-pilot menggunakan bahasa Inggris.
Tapi produser itu berbicara dalam bahasa Korea. Walaupun Toki mengerti isi pembicaraan tersebut tapi ia malah melakukan hal yang sudah bisa diduga oleh Yongso.
“Hey Yongso, can you translate it for me, please?” pintanya sambil tersenyum nyengir.
Yongso hanya bisa menghela nafas dengan keisengan sepupunya itu. Lalu ia berdiri di antara Toki dan produser bertugas menjadi penerjemah dadakan.
“Saya ingin mengenalkan grup yang sepanggung dengan Kyra Lv Toki-ssi,” kata produser yang langsung diterjemahkan oleh Yongso. Dan Toki hanya mengangguk. “Mereka grup Super Junior. Dari yang paling tua dan leader-nya Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun.”
“Mohon bantuannya…” kata Leeteuk, “ulineun syupeo juni—!”
“O—eyyoo!” seru anggota yang lain dengan gaya khas mereka membuat Yongso dan Toki terkejut.
“Nice to meet you guys,” sapa Toki tersenyum sambil merangkul Yongso yang entah kenapa masih belum kembali normal dan ada apa dengan jarinya yang menunjuk ke arah Super Junior, bukan, lebih tepatnya ke salah satu membernya. “What’s wrong?” tanya Toki kepada Yongso.
“Kau… Kau pemuda brengsek yang menabrakku!!” seru Yongso sambil terus menunjuk ke arah salah satu member yang juga sama-sama menunjuk ke arah Yongso.
Toki melihat ke arah siapa yang ditunjuk oleh Yongso tapi hanya bisa bertanya-tanya karena yang ditunjuk adalah pemuda yang menurutnya terlalu ‘innocent’ untuk dijahili, yaitu Eunhyuk.
“Kau agassi yang langsung pergi begitu saja!” seru Eunhyuk. Sambil menghela nafas Toki berbalik ke arah produser. “Mr. Producer, can you leave the fifteen of us alone? I think there is something we have to sort out,” katanya tersenyum ramah.
“Uh, okay. You only have thirty minutes. And you know, all the members of Super Junior is your fans. Good luck!” kata produser lalu meninggalkan Toki yang masih tercengang dengan informasi yang baru didapatnya.
“Kenapa pemuda brengsek sepertimu bisa ada di sini!?” seu Yongso masih belum berhenti juga ribut dengan Eunhyuk.
“Yongso, your language…” kata Toki sweatdropped, tapi ia lupa kalau sepupunya itu kalau sudah emosi tidak mengerti bahasa lain. Ia mendesah, “Yongso-ah, bahasamu…” dengan bahasa Korea yang lancar dan intonasi yang tepat, membuat para member Super Junior terkejut ketika ia berbicara dengan bahasa Korea, “bahasamu kasar sekali…”
Tiba-tiba terdengar suara tamparan. Yup, Yongso menampar Eunhyuk dan meninggalkan bekas cetakan merah berbentuk tangannya di pipi kiri pemuda tersebut. Eunhyuk yang malang…
“Yongso!” seru Toki sambil berdiri di depan Yongso dan menahan kedua tangan gadis itu. “Tatap mataku!” serunya lagi.
Otomatis Yongso menatap mata azure milik Toki dan langsung diam berdiri, membeku di tempat. Yongso merasa kalau tatapan mata Toki menembus dirinya dan membaca isi pikiran dan hatinya. Tapi tatapan matanya yang menghipnotis itu juga menenangkan Yongso.
“Toki… apa yang telah kulakukan?” tanya Yongso masih terbelenggu dalam sihirnya Toki sehingga ia tidak dapat bergerak.
Lalu Toki melepaskan kedua tangan Yongso dan ketika ia menutup matanya barulah sepupunya itu bisa bergerak lagi. Setelah menarik nafas dan membuka matanya yang terlihat lembut namun menyimpan banyak misteri Toki mendudukan Yongso ke sebuah kursi dan memberinya sebotol air mineral yang langsung diteguk oleh sepupunya itu. Lalu ia menoleh ke arah para member Suju yang masih syok dengan seluruh kejadian tersebut dan membungkuk ke arah mereka.
“Maaf karena kalian harus mengalami hal yang tidak enak. Eunhyuk-ssi, maafkan atas perbuatan Yongso kepadamu,” ucapnya meminta maaf atas nama sepupunya.
“T, tidak apa-apa… Aduh!” jerit Eunhyuk sambil menyentuh pipinya yang memar karena tamparannya Yongso.
Tidak heran karena Yongso itu ‘kan sabuk hitam,’ kata Toki dalam hati. Lalu ia mengeluarkan ice pack dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Eunhyuk. “Kompres pipimu dengan itu,” perintah Toki, “setelah itu aku akan memperbaiki make up-mu untuk menutupi bekasnya,” sambungnya sambil mengeluarkan tas berisi peralatan kosmetik.
“… maafkan aku,” ucap Yongso sambil menatap lurus ke arah Eunhyuk dengan mata bernanar membuat jantung pemuda tersebut berdegup kencang.
Sambil tersenyum meyakinkan dan melegakan kepada Yongso—Eunhyuk berkata, “Tidak apa-apa… Kita hanya saling berselisih paham… Aduh!”
“Jangan bergerak,” perintah Toki sambil mengaplikasikan foundation dan concealer barulah dilapisi bedak ke wajah malangnya Eunhyuk. “Geez, another victim of Yongso’s malignancy~,” desahnya.

+             +             +

M-net Summer Music Festival minggu ini benar-benar ramai, terutama di Main Stage yang dipakai oleh grup Super Junior dan Kyra Lv Toki. Pertunjukkan di Main Stage diawali dengan penampilan pembuka dari dari Super Junior dengan lagu ‘Don’t Don’ dan ‘A Man In Love’. Dilanjutkan dengan penampilan Toki dengan lagu up beat ‘In The Quiet Night C.E. 73’ dan ‘Emotions’ yang keduanya merupakan versi remix bahasa Inggrisnya.
Seakan-akan panggung semakin memanas bersama dengan para penontonnya ketiga member Super Junior: Leeteuk, Yesung, dan Eunhyuk membawakan lagunya DJ Doc ‘Run to you’ ditambah kolaborasi Toki menyanyikan lagu ‘You and I’, single Korea pertamanya dengan anggota Suju Eunhyuk dan Shindong sebagai rapper serta Yesung dan Kyuhyun sebagai back chorus yang seharusnya diisi oleh artis LME.
Lagunya pun semakin romantis dengan Super Junior menyanyikan ‘You’re My Endless Love’ dan ‘One Love’ oleh unit sub-group Super Junior K.R.Y. featuring Eunhyuk.
Entah sengaja atau bukan tapi tensinya kembali naik lagi setelah Toki menyanyikan ‘Pursuing My True Self’ lalu kembali menurun saat dilanjutkan dengan ‘Mirror Mirror’.
Performa terakhir Toki di Main Stage dilakukan bersama dengan Super Junior dengan menyanyikan single-nya Toki yang terkenal dari waktu ke waktu, ‘Lost Children’. Terakhir Super Junior menyanyikan lagu ‘Marry U’ sebagai penutupnya.

+             +             +

Selama satu minggu setelah M-net Summer Toki sering meminta Yongso untuk menemaninya setiap ada music performance yang entah kenapa selalu ada Super Junior di lokasi. Entah ini hukuman dari Tuhan atau hukuman dari Toki karena telah sembarang menampar orang. Toki bilang kalau dia tidak tahu apa-apa tentang hal itu.
Tapi karena satu minggu hukuman itu Yongso menjadi dekat dengan pemuda yang ditamparnya, yup, si Eunhyuk. Bila ia sedang berduaan dengan Toki dan tiba-tiba Eunhyuk, Donghae, Sungmin, Siwon, dan Ryeowook muncul, biasanya sepupunya itu akan mengajak atau lebih tepatnya ‘menyeret’ keempat cowok selain Eunhyuk untuk mendengarkan curhat atau lebih tepatnya lagi rencana ‘Mak Comblang’(pakai bahasa Indonesia nih…) antara Yongso dengan Eunhyuk. Niatnya sih awalnya untuk bikin Yongso merasa bersalah tapi malah jadi keterusan.
Suatu hari nih ceritanya Yongso sedang curhat dengan Eunhyuk di pojokan ruang gantinya Toki(weiss, ngapain aja tuh, bu!?). Sementara si pengguna ruangan sedang mengajari anggota Suju yang lain di waktu luangnya tentang pelajaran dari kuliah masing-masing seperti Sungmin dalam Film Musical, Donghae dalam Performance Arts, Ryeowook dalam Theater Arts, dan Kyuhyun dalam Post Modern Music. Bahkan ia mengajari Siwon teori dalam Physical Education yang ia ketahui dan berhubungan dengan ilmu medis alias kedokteran.
“Jadi kau itu sebenarnya sudah lulus dari universitas?” tanya Eunhyuk.
“Ya, aku lulusan Februari kemarin,” jawab Yongso mengangguk.
“Tapi kau masih muda, baru berusia 20 tahun!” seru Eunhyuk tidak percaya.
“Yang benar 19 tahun, Eunhyuk-ssi,” koreksi gadis itu tapi kemudian ia cekikikan ketika melihat reaksi Eunhyuk yang benar-benar lucu, “Itu hal biasa di zaman seperti ini… Aku masih termasuk normal dibandingkan dengan Toki… hihihi…”
“Toki-ssi?” tanya Eunhyuk bingung.
“Tidak ada banyak yang tahu sih… Saat kau masih duduk di bangku SD, Toki sudah tamat pendidikan dasar dan kuliah sedangkan aku baru mau tamat SD. Lalu ketika yang lain sibuk ujian masuk universitas dia lulus kuliah kedokteran setelah menyambar tiga jurusan sebelumnya. Kudengar sih dia masih sibuk menulis tesis dan lagi katanya izin prakteknya diundur,” jelas Yongso, “kurasa ada hubungannya dengan kecelakaan tahun lalu…”
“Dia jenius ya? Kau pun juga sama…” desah Eunhyuk merasa seperti sedang berbicara dengan seorang profesor kalkulus.
“Bukan, Toki itu profesor gila~ hehe…” kekeh Yongso membuat Eunhyuk ikut tertawa. Tanpa sepengetahuan mereka Toki yang berada di ruangan lain sedang bersin-bersin. “Uh, tapi bakal bosan nih tidak ada Toki nanti sampai bulan Juli…” gerutunya.
“Kenapa? Bukankah Toki-ssi sedang melakukan promosi di sini?”
“Dia akan ke Cina untuk mengikuti endorsement. Bukankah sub-group kalian di Cina juga mendapatkannya?” tanya Yongso dengan wajah cemberut yang lucu membuat Eunhyuk entah kenapa(mungkin kutukan dari Toki lagi, hehe…) menjadi GEMAS melihatnya. “Yang berhubungan dengan sol sepatu deh kalau tidak salah…(padahal ‘Semir’ Endorsement =_=),” dumelnya.
“Jadi intinya kau merasa kesepian selama tidak ada Toki-ssi di musim panas ini…” ujar Eunhyuk mengambil sebuah kesimpulan yang memang tepat. Tapi Yongso malah melotot ke arahnya. “Tidakkah kau mempunyai teman sekolah atau semacamnya?” tanyanya.
“Keluargaku pindah rumah begitu aku lulus SMA jadi tidak ada seorangpun yang kukenal begitu kembali ke Seoul…” jawab Yongso tetap dengan wajah cemberutnya.
Lalu Eunhyuk terdiam, tampak seperti sedang memikirkan sesuatu yang serius. Yongso tidak berani untuk mengganggunya dan memilih untuk diam, jemarinya bermain dengan ujung blusnya.
“Kalau begitu kau bisa pergi main denganku ‘kan? Rumahmu juga berada di daerah Chungdam-dong ‘kan?” tanya Eunhyuk dengan wajah polos yang membuat Yongso semakin merasa bersalah dan deg-degan.
“Mworago? Iya, betul…” jawab Yongso dengan wajah memerah seperti buah ceri.
“Tempat tinggal kita ‘kan dekat jadi kita bisa pergi main bersama saat aku sedang tidak ada jadwal pekerjaan. Kau tidak punya rencana lain ‘kan?” ajak Eunhyuk mengeluarkan sebuah ide yang tidak disangka-sangka bahkan oleh rekan-rekannya!
“T, tidak, aku tidak punya rencana lain selama musim panas,” jawab Yongso masih setengah terkejut dengan ajakan Eunhyuk dan herannya kenapa ia malah jadi gagap?
“Kalau begitu aku akan menghubungimu nanti, janji?” kata Eunhyuk yang terlihat ceria ketika mengulurkan jari kelingkingnya. Ia ceria karena akhirnya ia mempunyai rencana saat hari liburnya di musim panas tanpa soulmate sejatinya, Donghae yang harus ke Cina.
“Um, ya, janji…” sahut Yongso sambil malu-malu kucing menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Eunhyuk sebagai tanda perjanjian.

+             +             +

Ketika pekerjaan hari itu sudah selesai Yongso pulang duluan karena ditelepon oleh ibunya, meninggalkan Toki di tengah pekerjaannya yang masih menumpuk karena setelah itu ia masih harus ke gedung kantor LME. Saat Toki berada di LME, ia menerima SMS di ponsel touchscreen miliknya dengan chasing berwarna putih. Manajernya heran ketika melihat Toki dengan serius menatap layar ponselnya.
“Ada apa, Toki?” tanya manajer Ilsan.
“Aku mendapatkan text messages…” jawabnya monoton, “dari Eunhyuk Super Junior, eh, tunggu kapan aku memberikan nomorku???”
“Memang apa katanya?” tanya manajer Ilsan lagi.
Setelah membaca isi SMS tersebut Toki tersenyum menyeringai membuat manajernya sendiri merinding, bergidik ketakutan. “Hehe… hanya konfirmasi kalau ‘Mak Comblang’ Mission berjalan dengan lancar,” jawabnya diselingi dengan tawa kecilnya yang gelap dan terdengar mengerikan.

Toki-ssi, bolehkah aku meminta nomor telepon Song Yongso? —Eunhyuk
Tentu saja boleh, Eunhyukkie. Asal kau jaga dia baik-baik saja. Here’s her number: 821501xxxxxx. Have a nice day kekekekekk~ —Toki

“Toki, senyummu mengerikan,” kata manajer Ilsan merinding ketakutan dengan senyum jahatnya Toki itu.
Ekspresi wajah Toki langsung berubah lagi menjadi ceria. “Hehe.. sekarang aku ingat kapan aku memberikan nomorku pada Eunhyuk Super Junior, ternyata saat gladi resik aku tukaran nomor dengan seluruh member Super Junior,” katanya tersenyum manis sambil tertawa kecil yang membuat manajer Ilsan semakin parah merindingnya.
“Kau ini… ingat besok sore jangan sampai telat ke bandara,” peringat manajer Ilsan memberanikan dirinya.
“Yessire~,” sahut Toki dengan sifatnya yang selalu santai itu.
“Dan jangan buat masalah,” tambah manajer Ilsan sudah berani kembali karena senyuman mengerikannya Toki sudah hilang lagi.
“Gyabooo~ aku sudah tahu hal ituuu~,” dumel Toki merajuk. Toki merasa kalau selama kepergiannya nanti akan terjadi hal seru. Toki tidak sabar untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan mengorek hal seru tersebut yang ia sudah bisa mengira-ngira hal apa yang akan terjadi nanti.
“Sepertinya ini hukuman dari Tuhan dan juga berkah untukmu, Yongso-ah,” gumam Toki tidak kepada siapapun.